Pengobatan dan Cara Mengatasi Hipospadia

Jumat, 10 Januari 2020


Bagi kamu orang tua baru yang masih muda dan baru saja memiliki anak, maka kamu perlu untuk mengetahui penyakti ini, terutama yang memiliki bayi laki-laki karena penyakit ini dapat menyerang bayi atau anak laki-laki. Apa sih itu hipospadia? Apa penyebab dan gejalanya? Bagaimana cara mengatasi hipospadia ini? Dilansir dari hellosehat.com hipospadia adalah kelainan pada lokasi lubang bukaan penis atau uretra yang justri ada di bagian bawah, bukan pada ujung penis seperti umumnya. Uretra adalah ssaluran yang mengalirkan urin keluar dari kantong empedu melalui penis. Penyakit ini merupakan kondisi yang dapat menyebabkan ketidaksuburan jika tidak ditangani dengan benar. Menurut alodokter.com penyakit ini adalah suatu kelainan di mana letak lubang kencing pada bayi laki-laki tidak normal. kondisi ini merupakan kelainan bawaan sejak lahir. Pada kondisi normal, uretra terletak tepat di ujung penis, tetapi bayi dengan penyakit ini memiliki uretra yang berada di bagian bawah penis. Jika tidak ditangani, penderita hipospadia bisa kesulitan buang air kecil atau berhubungan seksual ketika sudah dewasa nantinya. Dikutip dari halodoc.com ini adalah penyakit di mana kondisinya ketika uretra tidak berada pada posisi yang seharusnya.

Pengobatan dan Cara Mengatasi Hipospadia

Ini tentu penyakit yang cukup serius karena berkaitan dengan alat reproduksi. Alat reporduksi sangat penting bagi manusia, terutama untuk memiliki keturunan. Lalu apa yang penyebabkan penyakit ini terjadi? Belum diketahui penyebab pastinya, namun penyakit hipospadia terjadi ketika perkembangan saluran lubang kencing atau uretra dan kulup penis terganggu waktu di dalam kandungan. Ada beberapa faktor yang dikaitkan dengan penyakit ini seperti sang ibu yang mengandung pada saat berusia tiga puluh lima tahun ke atas, ibu yang menderita obesitas atau diabetes saat hamil. Diabetes saat hamil atau yang disebut juga dengan diabetes gestasional adalah diabetes yang muncul pada masa kehamilan dan hanya berlangsung hingga proses melahirkan. Ini dapat terjadi di usia kehamilan berapa pun, namun lazimnya berlangsung di minggu kedua puluh empat sampai minggu kedua puluh delapan pada masa kehamilan. Kondisi selanjutnya adalah ibu yang terpapar asap rokok atau pestisida saat hamil dan ibu yang menjalani terapi hormon untuk merangsang kehamilan. Faktor lainnya adalah memiliki keluarga yang pernah mengalami hipospadia dan anak yang terlahir secara prematur, juga dapat membuat seorang anak memiliki penyakit ini. Penyebab menurut halodoc.com adalah terhambatnya kerja hormon testosteron hingga pertumbuhan penis terganggu.

Bagaimana cara mengatasi hipospadia? Cara mengatasi hipospadia dapat dengan melakukan pengobatan. Jika seorang anak positif didiagnosis hipospadia, penanganan medis belum tentu dibutuhkan. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan dari gejala yang diderita oleh si anak. Beberapa tujuan dari penanganan ini antara lain untum membuat penis tidak membengkok ketika ereksi, membuat penis terlihat senormal mungkin dan membuat urine mengalir keluar melalui ujung depan penis. Jika lubang uretra terletak sangat dekat dari lokasi yang seharusnya dan bentuk penis tidak melengkung, penanganan medis secara khusus kemungkinan tidak diperlukan. Namun, jika lubang berada jauh dari lokasi yang seharusnya, maka operasi pemindahan uretra perlu dilakukan.

Itulah hal-hal yang dapat kamu ketahui tentang penyakit ini seperti pengobatan dan cara mengatasi hipospadia. Berkonsultasilah pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat pada gejala yang dialami oleh anakmu. Jangan pernah remehkan gejala yang ada karena ini merupakan salah satu penyakit serius yang harus diatasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © 2014. freehammond.com. Powered by Blogger.
Design by Herdiansyah Hamzah. Published by Themes Paper
Creative Commons License